Selamat Datang di Surabaya Eye Clinic

Buka : Jam kerja Senin-Sabtu pukul 08.00-21.00 dan Minggu pukul 08.00-14.00 WIB

LAYANAN MATA ANAK

Sulit untuk mengetahui apakah anak-anak kita perlu menjalani pemeriksaan mata. Namun dokter spesialis mata terutama yang mendalami mengenai mata anak sepakat bahwa pemeriksaan mata anak membantu melindungi penglihatan anak dan memberikan informasi bermanfaat untuk kesehatan mereka.

Kesehatan mata anak dimulai dari skrining pada saat baru dilahirkan dan berada di ruang bayi dan berlanjut hingga masa kanak-kanan berakhir. Walaupun tidak ada faktor resiko dan tidak ada riwayat keluarga yang mengalami gangguan pada mata, pemeriksaan mata pada anak sebaiknya mulai dilakukan pada usia 6 bulan, 1 tahun dan 3 tahun dan ketika memasuki usia sekolah dasar sekitar usia 6 tahun.

Mata anak-anak memiliki tahap pertumbuhan sendiri. Sistem penglihatan anak berkembang pesat pada usia 18 bulan pertama dan pada usia 2 tahun idealnya ia sudah melihat normal (fokus melihat objek). Namun, terkadang keadaan ini terlambat tercapai pada anak-anak yang lebih tua. Terkait hal itu, diperlukan deteksi dini untuk mengetahui kemungkinan kelainan mata anak.

Berbagai masalah mata dapat menimpa anak pada tiap pertumbuhannya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk dapat memahami tanda-tanda kelainan mata pada anak mereka.

Beberapa kelainan mata yang diderita anak yang berusia dibawah 1 tahun umumnya bersifat bawaan, seperti Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu kondisi yang biasanya ditemukan pada bayi yang lahir prematur dimana retina belum terbentuk secara sempurna sehingga mudah rusak atau retina terlepas sehingga menyebabkan kebutaan; Katarak Infantil, yaitu kekeruhan lensa mata bayi yang baru lahir, biasanya ditemukan pada bayi yang lahir dari ibu yang mengidap infeksi campak Jerman atau Toxoplasmosis; dan Glaukoma Kongenital, yaitu kondisi bawaan dimana tekanan bola mata anak sudah meninggi sejak lahir yang disebabkan oleh gangguan sistem aliran cairan di dalam bola mata.

Strabismus (mata juling), adalah salah satu kelainan mata yang dapat bersifat bawaan atau disebabkan oleh penyakit lain, seperti katarak, glaukoma, dll. Mata juling adalah suatu kondisi dimana salah satu mata melihat objek atau lurus ke depan, sedangkan mata lainnya menyimpang baik horizontal (ke kiri atau ke kanan) atau vertikal (lebih tinggi atau lebih rendah).

Kelainan mata lain yang sering ditemukan pada anak adalah Ambliopia atau yang dikenal dengan mata malas, yaitu penurunan ketajaman penglihatan akibat tidak tertanganinya kelainan mata ketika mata dan otak dalam masa perkembangan. Terapi ambliopia umumnya menggunakan teknik patching, yaitu menutup mata yang sehat dengan patch (alat penutup mata). Pasien harus beraktivitas selama menggunakan patch untuk melatih mata ambliopia.

Kelainan refraksi juga merupakan kasus yang banyak ditemukan, dimana lensa mata tidak membiaskan cahaya dengan benar sehingga gambaran yang terbentuk terlihat kabur. Kelainan refraksi yang umum adalah rabun jauh, rabun dekat dan astigmatisma atau silindris.

Dalam menangani kasus-kasus gangguan mata anak, Surabaya Eye Clinic (SEC) menyediakan layanan khusus anak. Children Eye Care merupakan layanan khusus bagi pasien anak dan dirancang dengan atmosfir khusus anak agar mereka tidak bosan saat menunggu giliran diperiksa.

Children Eye Care Surabaya Eye Clinic menangani kelainan mata pada anak seperti gangguan refraksi (minus/silinder/plus), mata malas (amblyopia), mata juling (strabismus), katarak pada bayi dan anak serta penanggulangan rehabilitasi penglihatannya, glaukoma pada anak, masalah retina (Retinopathy Of Prematurity) pada bayi prematur, tumor mata pada anak, rekonstruksi mata anak, penyakit mata anak akibat alergi dan gangguan mata pada anak lainnya.

Children Eye Care Surabaya Eye Clinic juga didukung oleh tim dokter mata yang menguasai teknik-teknik pemeriksaan mata anak (Dr Rozalina Loebis,SpM) serta membentuk jejaring / networking dengan tim psikolog, dokter spesialis anak  dan layanan low vision yang dilengkapi beragam peralatan khusus untuk memeriksa mata anak.

Deteksi dini pada usia 6 bulan, 1 tahun dan 3 tahun dan ketika memasuki usia sekolah dasar sekitar usia 6 tahun penting dilakukan agar anak dapat melihat indahnya dunia dengan sempurna.